Headline Post

SARINAH IS ME: Sarinah Menyapa Dunia 2016




Sesuai namanya, Sarinah. Sebuah idiom dari nama yang mungkin tidak asing bagi kita. Mengenang namanya saja akan membawa kita menapaki garis sejarah bangsa Indonesia. Karena Sarinah tidak saja sekadar nama pengasuh Soekarno sebagai founding father Indonesia.

Keberadaan Sarinah sebagai pengasuh presiden pertama Indonesia sudah merupakan poin sejarah tersendiri. Maka  untuk menghormati dan menghargai jasa pengasuhnya, atas gagasan besar presiden Soekarno dibangunlah Sarinah sebagai gedung tercanggih dan termegah saai itu. Di rentang waktu 1962-1966 sejak gedung Sarinah berdiri, Sarinah menjadi bangunan epic, ikonic kota Jakarta kala itu.


Hasil gambar untuk sarinah is me
Gedung Sarinah

Pada paruh usia sekarang, maka Sarinah telah ‘mengasuh’ ibukota kurang lebih selama 50 tahun. Sarinah terus tumbuh dan berkembang dalam melayani dan mewarnai  Jakarta sebagai ibukota dan Indonesia sebagai bangsa. Sarinah terus berbenah untuk menjadi lebih profesional dan elegan.

Maka Sarinah tampil percaya diri untuk menyapa dunia 2016 ini. Sebagai Sarinah punggawa ikon yang telah 50 tahun menyapa dunia sebagai etalase produk kearifan lokal nusantara dari batik, kerajinan perak, hand made, kain nusantara, pernak pernik seni lainnya termasuk olahan makanan seperti cokelat, kopi dan lain sebagainya. Semua ada di Sarinah. Tidak hanya mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tapi juga menjadi landmark Jakarta sebagai ibukota negara yang melegenda—sampai sekarang.

Bertempat di gedung Sarinag Ibu Ira Puspadewi sebagai CEO PT. Sarinah Persero bersama para blogger KOPI (Koalisi Online Pesona Indonesia) mengajak makan siang bersama sambil berdiskusi hangat tentang Sarinah kekinian dan kedepannya seperti apa. Maka 27 Januari—hari ini—sebagai saksi para blogger dalam mengawal Sarinah untuk ‘mengasuh’ berbagai hal dari kearifan lokal nusantara. Dengan tagline 2016 yaitu #SarinahIsMe dan Sarinah Menyapa Dunia.


Hasil gambar untuk sarinah is me
Makan Siang bareng Dirut Sarinah

“Sarinah sekarang sudah berkembang dengan mengelola kurang lebih 400 UKM, di mana 70 % di antarnya produk Indonesia dan itu semua dikepalai oleh perempuan,” papar Ibu Ira dengan mantap.

Dalam usia emas, perjalanan Sarinah tidak berhenti sampai di sini. Sarinah akan terus ada dan mengembangkan sayapnya. Karena Sarinah adalah bagian dari sebuah perjalanan dan Sarinah adalah perjalanan itu sendiri.

"Ke depan Sarinah ingin dikenal sebagai global face of Indonesia, wajah Indonesia ingin kita kuatkan dari klasik dan kontemporer. Karena akan banyak produk-produk baru yang siap untuk pentas global,” lanjut beliau saat makan di cafĂ© Ruang Tengah.

Perjalanan sejarah Indonesia itu melekat dengan eksistensi Sarinah yang tidak hanya department store pertama di Indonesia tapi juga Asia Tenggara kala itu. Maka tradisi mengasuh dari ibu Sarinah kepada Soekarno juga sebuah tradisi yang dilakukan para direktur yang mengelola Sarinah. Dan itu dipertahankan sampai saat ini.

Apalagi sarinah adalah generic brand dari copy of mind public Idonesia dan dunia tentu saja. Menjadi khazanah yang menarik diendorse untuk menjemput lebih banyak lagi pengunjung baru yang sedang hingar bingar cinta Indonesia dengan produk garment, kuliner serta beraneka ragam aktivitas ekonomi kreatif yang ada di gedung Sarinah yang melegenda ini sekaligus landmark kota Jakarta.

Sangat menarik ketika semua diajak turun menelusuri tiap lantai yang memamerkan segala produk. Mencicipi aneka ragam olahan cokelat asli buatan Indonesia, handmade kerajinan, eco batik. Dan yang paling monumental dan menarik adalah ada UKM yang berusia 40 tahun, bertahan sampai sekarang. Luar biasa. Semoga ini tanda positif kesiapan Sarinah menyambut MEA tahun ini.

Embedded image permalink

Tentu saja Sarinah adalah wajah Indonesia, disinilah bersemayam semangat Ibu Sarinah yang mengasuh Soekarno artinya mengasuh peradaban adi luhung untuk dikenang dan dikenal dunia. Sarinah bukan berpangku mengenang masa lalu tapi menghormati mereka yang menjadi bagian masa lalu untuk Sarinah masa mendatang. Menjadi Sarinah yang tetap memihak ‘orang kecil’ dengan cara kekinian.

Selanjutnya tinggal kita sebagai bangsa yang diwarisi oleh ibu Sarinah dalam menjaga kearifan lokal nusantara. Mari mengasuh Sarinah kembali sebagaimana beliau mengasuh Soekarno tempo dulu.


Embedded image permalink
Sahabat KOPI

Sekilas Sejarah SARINAH:

Sosok ibu Sarinah yang merupakan pengasuh Presiden Soekarno telah memberikan warna dalam tonggak perjalanan Sarinah sebagai sebuah Perusahaan.

Sarinah merupakan Department Store pertama Indonesia yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1962, saat ekonomi Indonesia sedang runtuh di tahun 1959. Daya beli lemah, taraf hidup merosot sampai level terendah. Ketika Sarinah didirikan, Sarinah memiliki fasilitas tercanggih di zamannya.

Gedung Sarinah yang saat ini berdiri sesungguhnya dibangun dengan biaya pampasan perang pemerintah Jepang yang pembukaan Department Store-nya pada tanggal 15 Agustus 1966. Dalam perjalanannya, Sarinah menghadapi berbagai tantangan, namun Sarinah tetap bertahan dan tidak jatuh. Berbagai tantangan tersebut dibenahi dan Sarinah pun kembali cantik sampai sekarang.
(@andik_ir)

Belum ada Komentar untuk "SARINAH IS ME: Sarinah Menyapa Dunia 2016"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel