Headline Post

Gerakan Wake Up Wakaf Dompet Dhuafa : 5 Alasan Kenapa Milenial harus Berwakaf

Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara, satu; sedekah jariyah, dua; ilmu bermanfaat, tiga; anak shaleh yang mendoakan orang tuanya (H.R Muslim no. 1631)

Agaknya tidak terlampau banyak menyoal bab satu ini, di era sekarang, apalagi oleh seorang milenial—sepertiku.

Kenapa saya mengawali tulisan ini dengan sebuah kata ajaib dari seorang manusia bernama Muhammad?! Satu perkara yang mengusik saya di antara dua perkara yang lain yaitu amal atau sedekah jariyah. Yaitu sebuah amal atau sedekah yang nilainya multifungsi dan berkesinambungan tanpa terputus meski orang yang melakukannya telah meninggal.

Wake Up Wakaf 
Salah satunya adalah wakaf. Di mana harta yang diwakafkan akan terus mengalirkan pahala sepanjang masa. Bahkan harta tersebut nilainya bisa dimanfaatkan buat membantu secara kemanusiaan. Sebagai Muslim konsep wakaf ternyata lebih luas kebermanfaatannya dibanding zakat yang ditunaikan tiap jelang hari raya itu.

Wakaf. Bahkan sebuah kosa kata yang kini hampir-hampir tenggelam dan tidak pernah muncul dalam berbagai literasi ataupun pemberitaan. Di tengah generasi gadget seperti sekarang ini mungkin memang tidak menarik banyak orang untuk aware tentang wakaf. Bahkan saya sebagai lulusan sekolah Islam, istilah wakaf ya sampai situ aja. Hanya sampai pada pembelajaran, tapi tidak dengan praktiknya seperti apa. Atau wakaf ya taunya wakaf Masjid atau Sekolah. Atau lebih familiar dengan istilah 3M, masjid, madrasah dan makam.



Akhirnya tempo hari saya mendapat insight seakaligus charging iman mana kala Dompet Dhuafa mengundang temu Blogger membincang wakaf ini. Sehingga saya semakin tahu wakaf itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, manfaatnya bisa berlipat-lipat dan yang terpenting bagaimana membangkitkan wakaf di era milenial ini. Karena di era sekarang wakaf bisa diakomodir dalam bentuk donasi uang. Menarik bukan?!

Boby P Manulang 
Temu Blogger kali ini ditenagai oleh beberapa narasumber dari dapurnya Dompet Dhuafa langsung. Seperti Yuli Pujihardi (Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa dan  Dir. Kawasan Zona Madina Dompet Dhuafa), Boby P Manulang (GM. Wakaf Dompet Dhuafa), Ustd. Syafi’i (Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan) dan dr. Zakaria (Direktur RS. Rumah Sehat Terpadu). Dan dipandu oleh MC cantik bernama Putri Mounda (Penerima Manfaat Beasiswa Aktifis Nusantara Dompet Dhuafa).

Bertempat di SMART Ekselensia Indonesia Dompet Dhuafa, kawasan Zona Madina kampung Jampang-Parung, Bogor. Di sinilah salah satu aset Wakaf yang dikelola oleh Dompet Dhuafa lahir dan menggurita sebesar sekarang. Saya pun sebagai blogger takjub bahwa wakaf bisa berdampak sedemikian hebat untuk membantu secara kemanusiaan khususnya kaum dhuafa.

Siapa sangka berawal dari empatif kolektif komunitas jurnalis yang memang kerap bersinggungan dan berinteraksi dengan masyarakat, baik yang kurang mampu namun juga masyarakat dengan ekonomi atas, Dompet Dhuafa menemukan celah bagaimana menutup gab kesenjangan tersebut. Pelan tapi pasti sinergi berjamaah dari lintas jurnalis ini menghasilkan instrumen ekonomi umat salah satunya dalam bentuk wakaf.

Aset Wakaf RS Terpadu
So, gerakan Wake Up Wakaf pun diinisiasi sebagai tantangan menyebarkan wakaf di era milenial. Ketakjuban saya tak berhenti di situ saja. Betapa empati dari hati bisa sedemikian berarti sampai manfaat dalam bentuk materi hingga properti. Di kampung Jampang ini saya diajak berkelana mengelilingi aset-aset Wakaf yang berhasil dikelola Dompet Dhuafa.

Aset-aset tersebut kini menggurita menjadi aset produktif seperti Rumah Sakit, Sekolah, Kebun dan Masjid seperti saat ini. Menariknya tidak saja kaum dhuafa tanah air yang terfasilitasi di Rumah Sehat Terpadu di sini tetapi juga para pengungsi UNHCR turut merasakan manfaatnya.

Aset Sekolah SMART Ekselensia 

Akhirnya sayapun ikut tergetar oleh resonansi niat baik lembaga Philantropy bernama Dompet Dhuafa ini. Betapa orang-orang di dalamnya begitu mulia dengan tujuan kemanusiaan (dan agamanya). Gerakan Wake Up Wakaf perlu didukung, sebagai blogger ini adalah sinergi empati untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi milenial akan pentingnya wakaf dan membangunkannya lewat literasi.

Setelah saya tersedak-sedak oleh informasi-informasi dan perkembangan seputar wakaf dari narasumber di atas, setidaknya saya merangkum 5 alasan kenapa milenial harus berwakaf.



Pertama, wakaf itu potensial secara ekonomi. Sebagai negara berpenduduk Muslim potensi wakaf di Indonesia ini sebenarnya masih minim dan wakaf kondisinya masih tidur. Studi BPS, BWI dan Dirjen Pajak yang dikeluarkan tahun 2015 memperlihatkan, potensi wakaf uang di Indonesia sebesar Rp 185 triliun. Itu adalah potensinya. Tau berapa realisasi yang tercapai? Saat ini baru diperoleh Rp 4 triliun atau hanya sekitar 2,1 persen saja.

Sementara tahun 2019 ini potensi wakaf yang berhasil terhimpun oleh seluruh lembaga wakaf baru sejumlah Rp 4,2 triluin. Artinya betapa masih belasan triliun diluar sana potensi wakaf yang belum termanfaatkan sebagaimana mestinya. Meskipun saat ini Indonesia sudah ada 46 Nadzir Wakaf (Lembaga Wakaf) namun hasilnya masih jauh dari kata ideal. Wakaf harus ­bener-bener Wake up nih!
Sebagai lembaga wakaf terbesar, Dompet Dhuafa baru berhasil menghimpun wakaf uang Rp 32 miliar dan di tahun 2019 ini target wakaf uang sebesar Rp 49 miliar. Itu adalah di luar wakaf aset yang jumlahnya memang lebih besar. Tetapi untuk wakaf uang masih kecil.

Kedua, wakaf uang itu fleksibel. Wakaf sejatinya memang harus berkembang dengan alam/lingkungan atau teknologi sekarang. Tidak bisa tidak. Karena fleksibilitas akan selalu menarik generasi milenial sebagai bagian dari lifestylenya. Namun sayangnya wakaf belum menjadi top of mind di kalangan masyarakat. Hal ini berbeda dengan zakat yang memang menjadi kewajiban setiap Muslim.

Ketiga, wakaf itu investasi. Wakaf artinya membicarakan investasi. Wakafpun bisa menjadi instrumen ekonomi sebagai ladang investasi. Yaitu memanfaatkan aset wakaf menjadi produktif seperti untuk pembanguanan fasilitas umum mulai sekolah, rumah sakit, hotel, pesantren maupun properti lainnya.

Ini menurut saya adalah potensi yang menjanjikan. Betapa wakaf andaikan bisa dimaksimalkan bisa membantu secara kemanusiaan namun juga menguntungkan secara profit. Karena di wakafpun ada istilah profit sharing di mana wakaf tidak hanya berbicara bisnis, karena keuntungan tidak dikembalikan sepenuhnya ke owner tetapi juga ada aspek sosial. So, investasi dengan cara wakaf ini bisa dibilang tak akan membuat nilai aset berkurang.  

Keempat, wakaf itu untuk semua kalangan. Banyak anggapan wakaf itu buat mereka yang tajir. Tidak. Wakaf itu tidak harus menunggu jadi orang kaya dulu. Atau harus punya harta dengan jumlah sekian dan sekian. Berwakaf itu sejatinya mudah, ringan dan bisa dilakukan oleh semua kalangan. Termasuk generasi milenial yang dihidupnya dikelilingi dengan gadget ini. Bahkan wakaf bisa dilakukan oleh non-Muslim karena ini sifatnya adalah kemanusiaan begitupun azas manfaatnya tidak dibatasi oleh agamanya tapi memang murni kemanusiaan.

Kelima, wakaf itu bisa semampunya. Wakaf tidak perlu menunggu dana terkumpul dulu baru membangun. Karena yang membutuhkan jauh lebih banyak. Sedikit tak apa yang penting menabunglah dalam bentuk wakaf itu jauh lebih baik. Karena dana wakaf yang terhimpun nanti bisa dimanfaatkan untuk membangun berbagai fasilitas strategis berbasis wakaf.

Uniknya, sebagai generasi milenial bisa lho berwakaf hanya dengan 10K pun. Mendukung momentum Wakafaganza, Dompet Dhuafa membuat platform Donasi Tabungwakaf.com.  Ini adalah wadah ajaib yang memfasilitasi milenial berwakaf dalam sistem digital. Platform ini memungkinkan milenial (berhati baik) menjadi sangat mudah menunaikan wakaf. Tidak susah apalagi ribet. Hanya dari hati lalu keujung jari.

Sebagai Blogger generasi milenial saya bahagia, bangga dan terharu dong. Kapan lagi beribadah wakaf dengan cara kekinian dan suka-suka. Bahkan hanya dengan sepuluhribu perak bisa berdonasi wakaf. Betapa teknologi itu ajaib. Apalagi milenial jumlahnya yang menyemut di medsos merupakan sekumpulan makhluk yang dinamis dengan tingkat kepedulian yang tinggi di bidang sosial.

Adanya platform Donasi.Tabungwakaf.com merupakan cara Dompet Dhuafa merangkul milenial dan Wakafaganza yang menunjukkan kalau berwakaf itu sangat mudah dan bisa dilakukan siapa saja dengan nominal yang tak terbatas. Sebagai gambaran sejak dilaunching 2 bulan lalu Donasi.Tabungwakaf.com sudah berhasil peroleh wakaf uang sebesar Rp 529 juta dengan jumlah transaksi mencapai 1.564 kali dan melibatkan 1.125 orang wakif(pewakaf). So, kalau ingin berdonasi wakaf bisa langsung ke platform tersebut. Setiap donasi adalah bagian dari gerakan untuk sejuta wakif.

Blogger GASPOLER Wake Up Wakaf
Atau semisal ingin membangun gerakan wakaf berjamaah. Kuy! Saatnya bergabung dengan gerakan sejuta wakif. Dan melekkan generasi milenial tentang wakaf. Alhasil pasca pertemuan bersejarah blogger pun tergerak untuk berwakaf secara digital. Pada kesempatan meet up Blogger tercetuslah dalam sejarah blogger dengan Gerakan Wakaf Sepuluhribu atau disingkat GASPOLER.

Buat kamuh, khususnya blogger bisa join untuk berwakafaganza dan membangunkan wakaf di era sekarang untuk menggelegarkan gerakan Wakaf Wake Up!.

Silakan merapat di link https://www.bawaberkah.org/campaign/gaspoler. Targetnya adalah mengumpulkan uang dengan jumlah Rp 125 juta yang nantinya akan diperuntukkan membeli sebidang tanah untuk wakaf. Tertarik?! Cussss aja...






23 Komentar untuk "Gerakan Wake Up Wakaf Dompet Dhuafa : 5 Alasan Kenapa Milenial harus Berwakaf"

  1. Keren buangeettt!
    Semoga wakaf yg dikelola DD smakin berkembang, dan menginspirasi lembaga2 lainnya
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    BalasHapus
  2. Bener sebagai blogger tugas kita juga menyebar kan virus baik yaitu berwakaf yang bisa dijadikan amal jariyah...
    Thanks sharingnya kak, InsyaaAllah aku mau ikutan gaspoler

    BalasHapus
  3. Dulu yang kutahu cuma tulisan, masjid ini dibangun di atas tanah wakaf. Membaca ini beneran bikin terpana. Betapa luarbiasa aset-aset Wakaf yang berhasil dikelola Dompet Dhuafa.

    Aset yang kini menggurita menjadi aset produktif seperti Rumah Sakit, Sekolah, Kebun dan Masjid seperti saat ini yang pastinya bisa makin besar lagi dengan meningkatnya kepedulian.

    Artikel yang lengkap, Mas. Informatif. TFS

    BalasHapus
  4. semoga dengan adanya aset wakaf ini, bisa membantu umat dalam kemaslahatan. seperti kegiatan sosial, pembangunan masjid, panti asuhan/anak yatim dan lain-lainnya.

    BalasHapus
  5. Sekarang Wakaf Makin mudah dengan adanya layanan seperti ini. Semoga yang baca wake up, dan mulai berwakaf

    BalasHapus
  6. Ikut blogger meet up wake up wakaf ini bener2 nyentil untuk segera punya lahan wakaf huhu

    BalasHapus
  7. Wakaf ini merupakan amal jariyah yang nantinya tidak akan pernah putus ya, Mas. Makanya Insya Allah mau berwakaf juga. Apalagi tenyata, wakaf tanahnya bisa dibangun apa saja yang bermanfaat. Misalnya rumah sakit atau perpustakaan.

    BalasHapus
  8. Aku fikir wakaf itu cuma tanah dan orang orang yang memiliki kekayaan lebih . Makanya sampe mikir ini orang duit nya banyak banget ya sampai wakaf sekian luas tanah. Ternyata saya salah ya .
    Siapapun bisa untuk berwakaf bahkan dari 10rb saja sudah bisa ya

    BalasHapus
  9. Berwakaf ini emang harus di-wake up yaa kl gak kita terlupa karena sibuk dengan aktivitas rutin. Untung ada teman² bloger nulis ini, jadi diingatkan kembali.

    BalasHapus
  10. Keren akronimnya GASPOLER - gerakan wakaf sepuluh ribu. IMO wakaf ini emang perlu disosialisasikan dengan cara yang sederhana. Karena yang kita tahu sejak zaman nenek - kakek wakaf itu berarti tahan berhektar -hektar .

    BalasHapus
  11. Aku jadi pengen berwakaf. Habis baca ini, wakaf itu ternyata gak harus yang besar2 ya. Semampunya. Kupikir harus sesuatu yang besar dulu baru bisa.

    BalasHapus
  12. saya juga akan berwaqaf, insyaAllah...
    baru tau saya gak mesti tanah waqafnya, apalagi kalo tanahnya cuma dua pot hiiiii

    terimakasih infonya mas..
    semangat waqaf!!!

    BalasHapus
  13. sebuah impian besar memang untuk persoalan wakaf, tetapi aku mencoba untuk mulai dari nabung buat qurban dahulu hingga goal utamanya adalah wakaf nantinya

    BalasHapus
  14. Ternyata wakaf nggak harus nunggu banyak uang. Dan gerakan ini bagus sekali utk mendorong org utk berwakaf. Biar bisa punya tabungan jariah utk akhirat kelak.

    BalasHapus
  15. Semakin tidak alasan untuk tidak berwakaf di era sekarang ini ya (kecuali memang kitanya yang tidak ingin), teknologi pun memudahkan. Program2nya DD semakin layak mendapatkan apresiasi positif dari semua Kalangan Msyarakat termasuk kita.

    BalasHapus
  16. Bagus banget programnya, semoga semakin banyak orang yang mau memberikan wakaf. Supaya lebih banyak lagi orang mendapat pertolongan. :)

    BalasHapus
  17. Bener juga yaa selama ini masih jarang orang yang berwakaf, dibanding zakat dan sedekah misalnya. Semoga dengan inovasi yang diciptakan oleh Dompet Dhuafa jadi semakin banyak orang yang berwakaf. Aamiin..

    BalasHapus
  18. SEkarang makin mudah yaa kak kalau mau berwakaf dengan aplikasi ini. Terima kasih kak sudah diingatkan untuk ber-Wakaf :)

    BalasHapus
  19. Menarik nih, konsep Wakaf dengan profit sharing. Aku baru tahu yang begini. Selama ini pemahamanku wakaf untuk kegiatan kemanusiaan saja, seperti makam, sekolah, masjid, panti asuhan. Tapi memang biasanya lembaga-lembaga seperti ini juga mengumpulkan sodaqoh dri umat, untuk kemaslahatan umat juga. Misal wakaf tanah untuk panti, dana pembangunan pantinya dari sodaqoh umat. Ya gitu-gitu yang aku paham. Baru ngeh ini kalau bisa diarahkan ke sharing profit. Nice sharing.

    BalasHapus
  20. Aku selama ini wakaf juga di dompet dhuafa krn lebih mudah dan nyaman aja. Sistem mereka juga transparan

    BalasHapus
  21. Sebelum baca tulisan ini, dipikiran saya, kslo mau jadi Wakif ya harus kaya dulu, karena yang diwakafkan ya itu tadi Mas, 3M. Tapi ternyata nggak perlu segitunya amat ya. Bisa urunan sama banyak orang difasilitasi Dompet Dhuafa.

    BalasHapus
  22. Sekarang untuk Wakaf jadi lebih mudah banget ya mas. Apalagi ada Dompet Dhuafa.

    BalasHapus
  23. Semoga dengan banyaknya informasi tentang ini, membuat kesadaran untuk ber-wakaf juga meningkat terutama di kalangan generasi muda. Apalagi prosesnya cukup mudah ya melalui Dompet Dhuafa

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel